Tradisi meramal sudah digunakan oleh  sebagian manusia sejak ratusan tahun sebelum Masehi. Contohnya jamannya Raja Firqon di Mesir. Raja Firqon sudah menggunakan jasa peramal dari para ahli nujum / ahli sihir . bahkan sampai saat ini tradisi meramal juga masih digunakan sebagian masyarakat di beberapa Negara dimuka bumi ini contohnya di China, Thailand, India, Vodoo di Afika dan masih banyak Negara lain yang sebagian masyarakatnya masih menggunakan Primbon sebagai pedoman dasar untuk meramal.

Di Indonesia khususnya di Jawa, masalah ramal meramal juga masih kental diyakini oleh sebagian masyarakatnya terutama yang berdomisili di daerah Pedesaan. Sebagian masyarakat Pedesaan di P.Jawa setiap mau mengadakan upacara Pernikahan, Khitanan, mendirikan rumah dan lain – lainnya, masih banyak yang menggunakan Primbon sebagai dasar untuk meramal mencari hari baik, agar terhindar dari sengkala dan marabahaya.

“,Apakah jaminan jika menerapkan sesuai di Primbon pasti akan terselamatkan ?

Berdasarkan fakta / kenyataan tidaklah benar orang yang menerapkan Primbon sebagai dasar acuan untuk meramal hasilnya pasti akan baik dan benar sesuai seperti yang tertera didalam primbon. Banyak contoh fakta perjodohan yang sudah dihitung berdasarkan primbon  neptu hari dan pasaran dari satuan kedua mempelai ketemu bagus, dan berdasarkan hari upacara ketemunya pengantin berdasarkan saat jam hari, pasaran, Wuku, saatnya tahun, semuanya berdasarkan klenik bagus semuanya dan terhindar dari sengkala dan malapetaka. Namun apa yang terjadi sesuai kenyataan banyak kasus rumahtangga yang amburadul didalam kehidupannya dan tidak sesuai dengan yang tertera didalam primbon yang sebagai dasar untuk meramalnya.

“,Kenapa Primbon yang sebagai dasar untuk meramal tidak mujarab”.

Primbon hanyalah hasil karya manusia, meskipun proses pembuatannya mengacu dari berbagai macam cara. Ada yang didasari dari mempelajari sifat dan karakter alam, ada juga yang didasari dari mempelajari sifat dan karakter manusia, ada juga yang didasari dari hasil  olah batin yang diyakininya. Jadi yang tertulis didalam primbon bukanlah petunjuk dari TUHAN. Makanya tidak bisa dipastikan kebenarannya segala sesuatu hal yang berpegang pada patokan Primbon. Karena Primbon hanyalah bikinan manusia. Dan yang menentukan manusia, menentukan alam, menentukan segala sesuatu di Dunia ini yang Nampak maupun yang tidak Nampak oleh mata manusia bukanlah manusia, namun TUHAN sang Pencipta, yang menciptakan alam dan seisinya. Baik alam yang Nampak oleh mata telanjang manusia maupun alam yang tidak Nampak oleh mata telanjang manusia yang disebut alam Gaib. Sehingga sesakti apapun manusia tidak akan bisa memastikan kebenarannya apa yang diramalkannya.

Lain halnya dengan Firman TUHAN yang telah disampaikan melalui para nabinya pasti akan digenapi. Suatu contoh bukti pada Jamannya Raja Firqon, ketika TUHAN mengutus Nabi Musa menghadap Raja Firqon dan sampai terjadi demontrasi antara para ahli sihir  ahli nujumnya Raja Firqon. Ternyata ular – ular jadi – jadian dari hasil sihirnya para ahli nujumnya Raja Firqon kalah oleh ular jadi –jadian  dari tongkatnya  nabi Musa. Disinilah bukti kebenaran falsafah: menungso iku biso ananging Gusti ALLAH kang MOHO KUWOSO. Yang artinya manusia itu bisa, namun TUHANlah yang tetap menentukannya. Jadi meskipun manusia itu biasanya bisa melakukan apapun yng dikehendakinya  namun apabila TUHAN tidak menghendaki terjadi, ya gak bakalan terjadi.

Diantara sekian banyak Primbon yang beredar di Tanah Jawa yang sebagian besar masih dianut sebagai tradisi oleh masyarakat Jawa, ada dua yang masih kondang sampai saat ini yaitu Primbon ciptaannya Sri Aji Joyoboyo dan ki Ronggowarsito.  Yang agak membedakan Primbon hasil karya Sri Aji Joyoboyo dengan Primbon lain adalah jika Primbon yang lain kebanyakan mengutamakan ilmu klenik yang mengedepankan  / mengutamakan hal – hal yang berbau klenik.  Namun Primbon hasil karya Sri Aji Joyo boyo, mengutamakan membahas kebobrokannya moral manusia yang sudah kehilangan etika  sampai kedatangannya Sang Ratu Adil. Ada sebagian pendapat menyebutkan kedatangannya Imam Almahdi. Sehubungan posisi Imam Almahdi maupun Sang Ratu Adil adalah hal yang Wah dan keren  menurut pola pikir manusia di era sekarang ini, makanya sejak beberapa tahun yang lalu  banyak orang yang ngoyoworo / mengaku – ngaku menjadi satriya piningit, yang akan menjadi sang Ratu Adil. Disinilah kebanyakan masyarakat salah memaknai dan menafsiri  dari isi suatu ramalan.yang ujung –ujungnya bukan malah membawa pencerahan manusia untuk mau intropeksi diri, namun justru akan berjalan dijalan yang sesat karena pembenaran yang dianut dan diyakininya hanyalah hasil pembenaran dirinya sendiri. Sang Ratu Adil memang ada dan pasti  akan datang, namun sesuai Firman ALLAH yang tertulis dalam kitab adalah Isa Almasih atau Yesus Kristus.

Fenomena ramal – meramal kian marak biasanya manakala Indonesia ada bursa pemilihan calon Presiden. Banyak para komentator yang masih menggunakan acuan dasar Primbon yang di otak atik gatuk dipaksa – paksakan agar supaya bisa matuk. Contohnya konon yang memimpin bangsa ini berdasarkan urutan nama NOTONAGORO. Alhasil sama sekali tidak tepat atau tidak sesuai. Dari sini kita tentunya akan semakin faham bahwa Primbon apapun mereknya yang sebagai dasar untuk meramal tidak bisa dipastikan kebenarannya. Bahkan yang lebih lucu lagi jika melihat tayangan promosi melalui media cetak maupun media elektronik ada yang menawarkan jasa ramalannya untuk merubah dari miskin menjadi kaya……. Mungkinkah …… ?

Dengan demikian bagi saudara – saudara yang hari lahirnya berdasarkan neton hari, pasaran, wuku, kebetulan berdasarkan  menurut Primbon , sifat, tabiat maupun watak kurang bagus dan kurang menguntungkan, gak usah kawatir maupun berkecil hati. Bagi saudara – saudara yang punya hajat apapun juga, jika  harinya menurut Primbon kurang baik, karena naas maupun karena sangaran hari, sangaran bulan, sangaran tahun bahkan sangaran windu, gak usah merasa was dan kawatir. Karena TUHAN Kuasa merubah apapun juga dari tidak baik menjadi baik, dari tidak beruntung menjadi beruntung, dari sengkala menjadi penuh berkat. Asal kita mau memohon dengan penuh penyerahan kepadaNYA.  Amin.

(Nyono Krisdiantoro)