Sejak dahulu kala sebelum Agama masuk ke tanah Jawa sudah ada tradisi penghormatan dan pemujaan terhadap arwah para leluhur. Bahkan setelah berbagai macam Agama masuk di tanah Jawa, tradisi itu masih berkembang sampai sekarang. Meskipun pada prakek penerapannya ada berbagai macam cara yang dilakukan. ada yang penghormatannya memakai ritual selamatan dirumah. Di istilahkan (selamatan mengirim leluhur). Ada juga yang proses penerapan ritual selamatannya diterapkan dimakam leluhurnya. Ada pula yang datang ziarah ke makam leluhurnya tanpa ritual selamatan namun cukup dengan Do’a.
Sah – sah saja Orang menghormati orangtuanya, neneknya, kakeknya, saudaranya, leluhurnya’ bahkan menghormati orang lain meskipun telah meninggal Dunia. kirim Do’a kepada orang yang telah meninggal Dunia, adalah merupakan wujud masih adanya ikatan rasa kasih sayang, Rasa hormat, kepada yang telah tiada. namun didalam prakteknya jangan sampai salah faham. Ke makam bukannya mendoakan Orang yang telah tiada, namun justru malah minta rizki, minta dibantu apa yang dikehendakinya, bahkan adapula yang minta nomor Togel. karena masih ada manusia yang menganggap orang yang telah meninggal, arwahnya masih bersemayam didalam kuburnya.
Menurut deteksi yang saya lakukan terhadap banyak pemakaman, tak pernah saya menemukan arwah orang yang telah meninggal, arwahnya berdomisili didalam kuburannya. Kecuali jika arwah orang yang telah meninggal tersebut memang masih gentayangan di alam penasaran.
Bahkan yang lebih lucu lagi, di era yang konon katanya sudah modern ini, masih ada segelintir manusia yang mempromosikan suatu makam atau tempat yang dianggap makam, adalah tempat keramat, sakti, bertuah, ampuh, dll. Yang pada dasarnya mempromosikan itu hanyalah untuk keuntungan Orang- orang tertentu yang mengelolanya. paling tidak datangnya para tamu, si pengelola juga akan dapat income(pemasukan/pendapatan).
mungkin ada yang timbul pertanyaan “Bagaimana dengan makam yang nyata-nyata bisa dimintai kekayaan materi, harta, dll.nya” termasuk tempat yang bisa untuk mencari dan meminta pesugihan / kekayaan, kebanyakan yang mampu memberikan materi ataupun harta bukanlah arwah orang yang telah meninggal ataupun yang dimakamkan ditempat itu. Biasanya dimakam itu atau tempat yang dianggap makam itu ditempati kelompok atau komunitas Roh-roh tertentu yang bisa memberi harta benda, tetapi tidaklah gratis atau dikasih bantuan. Namun pasti ada barternya(penukaran). Yang disepakati keduabelah pihak.
Orang yang telah meninggal dunia memang bisa arwahnya mendatangi kuburnya jika memang menghendaki. Namun tidak berarti domisilinya selalu di kuburannya. Yang pasti manusia yang terdiri dari dua unsur yaitu unsur ILAHI dan unsur INSANI, yang unsur ILAHI kembali kepada ILAHI, yang unsur INSANI yang berasal dari alam kembali ke Alam.