Di kaki G.Kelud belahan barat tepatnya di Ds Sumberpetung Kec Ngancar KEDIRI terdapat Suatu tempat yang di sakralkan oleh masyarakat Ds Sumberpetung dan sekitarnya.

karena di yakini di tempat itu berdomisili mbah Towikromo yang mempunyai kemampuan

linuwih meskipun telah berada di alam Gaib.

Karena ke linuwihannya mbah Towikromo itulah setiap malam jumat pon masyarakat berbondong bondong sambil membawa nasi gurih dan ingkung ayam yang menjadi sarana baku untuk ritual ngalap berkah di tempat itu.

Hasil wawancara GLOBAL PLUS dengan para pengunjung serta jurukunci (mbah Siyat) menyimpulkan bahwa yang datang ritual ke tempat itu mempunyai maksud dan tujuan yang ber beda beda.

Ada yang datang karena ngluwari nadar karena yang jadi tujuannya telah terlaksana.

Ada yang minta kelancaran masalah bisnis, ada juga supaya selamat dan terhindar dari marabahaya dllnya.

Hasil deteksi dan komunikasi Whisnu murti memasuki alam gaib di tempat itu membenarkan bahwa di tempat itu mbah Towikromo memang ada. Sosok seorang laki laki tua dengan penampilan besahaja berpakaian hitam pakai ikat kepala (udheng gadung mlati). Bahkan juga ada Oknum oknum gaib yang lain yang tidak di sebutkan satu persatu.

mbah Towikromo dulunya adalah juga manusia dan seorang prajurit kerajaan Mataram. karena pimpinannya tertangkap oleh Belanda pada jaman penjajahan akhirnya mbah Towikromo melarikan diri menyamar sebagai penduduk biasa berdomisili di tempat itu dan akhirnya sampai muksa beserta raganya di tempat itu juga. Bahkan istilah masyarakat setempat mbah Towikromo di sebut juga sebagai danyangnya Ds Sumberpetung.

Namun tidak setiap hari mbah Towikromo berdomisili di tempat itu. Karena dia juga punya kedudukan Sebagai staf di pemerintahan alam gaib di wilayah G.Kelud. karena setruktur pemerintahan di alam gaib, kebetulan lokasi di Sumberpetung, adalah wilayah cabang dari pemerintahan gaib G.Kelud. namun dalam hal membantu manusia yang ngalap berkah di tempatnya mbah Towikromo adalah bersifat pribadinya mbah Towikromo, dan tidak terkait dengan setruktur pemerintahan gaib di G.Kelud.

Bagi masyarakat Ds Sumberpetung mbah Towikromo di sebut juga mbah diang. Karena semasa hidup dan berdomisili di lokasi itu mbah Towikromo suka bikin diang (api unggun)

mbah Towikromo menuturkan sebenarnya keberhasilan orang yang ngalap berkah disitu

Bukan karena kemampuan dan kesaktiannya semata, namun karena pusaka bertuah yang di kuasainya. Berbentuk sebilah pusaka keris luk 13 (tigabelas) yang disebut pamengkang bawono sebilah keris yang pamornya memancarkan cahaya warna ke biru biruan. tuah dari pusaka itulah yang di gunakan mbah Towikromo membantu manusia yang di kehendakinya. Karena tidak semua orang yang minta bantuannya pasti di bantu. Karena ada kriterianya. Dia hanya berkenan terhadap orang yang permintaannya masuk akal, tidak sombong dan tidak serakah. Dan mempunyai etikat yang baik.

Bahkan mbah Towikromo juga menguasai benda bertuah yang lain, yaitu lulang lembu andini dan cincin ikatannya perak matanya ke merah merahan namanya Condromowo.

Namun ke tiga benda itu sering di sembunyikan karena demi ke amanan dan tidak akan jatuh di tangan orang jahat.

Whisnumurti juga menyebutkan bahwa di lokasi itu juga ada harta karun peninggalan jaman Belanda. Namun jika ada yang meminta harus mengikuti prosedur pengajuan ijin ke Wulandari yang sebagai sekretaris di gudang alam gaib di wilayah G.Kelud. karena harta itu bukan wewenangnya mbah Towikromo.

(Yon Kris D)