Ada beberapa definisi yang berkaitan nikah jin / kawin jin:

  1. Manusia kawin dengan jin karena didasari untuk  mengharap (mendapatkan) imbalan materi / harta (Pesugihan).
  2. Manusia kawin dengan jin karena didasari suka sama suka.
  3. Manusia kawin dengan jin karena manusia tersebut ingin memanfaatkan  kemampuan jin untuk praktek perdukunan / paranormal.

     Disini saya akan sedikit mengulas manusia kawin dengan makluk jenis Jin yang didasari untuk mengharapkan imbalan materi / harta (pesugihan)

     Karena berdasarkan fakta yang saya temui  dibeberapa daerah, masih banyak manusia yang melakukan ritual nikah dengan jin untuk  mendapatkan imbalan harta. Baik terhadap jin darat maupun jin laut.

     Makluk jenis Jin yang mau menikah  dengan manusia sebetulnya juga didasari atas kepentingan jin untuk mencari warga yang dibawa kedalam kelompoknya untuk  dijadikan budaknya setelah finish kontrak janji kesepakatan.

     Adapun dalam kesepakatan  perjanjian pada umumnya  setelah sama2 ada kesepakatan, manusia disuruh menyediakan kamar kusus untuk berhubungan intim layaknya manusia dengan manusia dihari hari tertentu yang telah disepakatinya. Biasanya ini dilakukan sebulan sekali  ataupun sebulan dua kali sesuai kesepakatan dalam perjanjiannya.

     Dan setelah melakukan hubungan intim, disitulah manusia dikasih harta, baik itu berupa uang ataupun berupa materi lain. Namun jika manusianya sudah ber isteri ataupun bersuami, isteri ataupun suaminya tidak boleh cemburu. Karena jika cemburu, isteri atau suaminya biasanya akan dibunuh. Inipun juga sudah dimasukkan dalam perjanjian kesepakatan.

Apakah manusia yang menghendaki mencari pesugihan dengan cara kawin jin pasti berhasil ?

     pada prakteknya tidak semua manusia yang menghendaki kawin dengan jin  pasti  di ACC dan pastii berhasil. Karena jin mempunyai standart kriteria yang akan menjadi penentu untuk diterimanya.

Adapun secara umum sebagai dasar kriterianya adalah :

     Orang yang jiwanya lemah. Karena dengan lemahnya jiwa seseorang akan melemahkan juga cahaya energi yang timbul dari dalam diri manusia itu sendiri. Cahaya itu bersinar di dalam dada manusia yang timbul dari pancaran unsur ILLAHI. Karena jika jiwa  seseorang kuat, pancaran cahaya energi yang memancar dari dalam diri manusia juga akan kuat. Dan kuatnya pancaran energi yang timbul dari unsur ILLAHI yang memancar dari dalam dada manusia, akan bertentangan dengan energinya jin. Karena pancaran aura energi dari unsur ILLAHI terasa panas oleh jin. Jadi tidak sesuai dengan habitatnya makluk jin.

     Manusia yang jiwanya lemah akan mudah ditundukkan oleh jin sehingga menjadi manusia yang patuh dan taat terhadap ideologinya jin. Sehingga manusia yang nurut dan patuh tidak akan bikin ribet, bandel apalagi jadi pemberontak pada komunitas jin yang mengelola kelompok jin tersebut.

Apakah semua  makluk jenis jin pasti mau menikah / kawin dengan manusia ?

     Tidak semua makluk jenis jin mau menikah dengan manusia. Pada umumnya yang mau menikah dengan manusia hanyalah himpunan kelompok(komunitas) jin yang mempunyai tendensi mencari warga yang direkrut untuk menjadi budaknya.  Makanya dibeberapa wilayah sering saya jumpai komunitas jin melakukan rekruitmen dengan cara dan teknis berbeda-beda. Namun dengan tujuan yang sama yaitu : menyesatkan manusia dengan iming-iming materi / harta.

Kenapa jin menjadi perekrut manusia untuk diajak kedalam kesesatan?

Tentunya kita semua tahu  bahwa di Dunia ini ada dua kekuatan besar yang sama-sama mencari warga.

  1. Kekuatan ALLAH. Karena ALLAH selalu menyayangi manusia yang menjadi karya dan ciptaannya, sehingga ALLAH mengharapkan manusia untuk kembali kepada ALLAH yang menjadi TUHANnya makanya diberikan ajaran melalui firman-firmannya agar manusia tidak akan tersesat, apalagi menjadi hamba setan.
  2. Kekuatan SETAN (sang penyesat)  kita semua juga tahu SETAN yang telah dikutuk oleh ALLAH yang tentunya juga sakit hati juga mencari warga sebanyak banyaknya dibawa kedalam kesesatan penentang ALLAH. Dengan dasar untuk mencari warga yang sebanyak banyaknya itulah SETAN menggunakan jerat berbagai sistem dan berbagai teknis untuk mendapatkan warga sebanyak banyaknya dengan iming iming harta dan lain sebagainya.

     Mungkin kita perlu bertanya pada diri kita masing masing. Kita ini tergolong warganya SETAN atau warganya ALLAH….. Karena yang lebih tahu terhadap sifat, perbuatan serta tingkahlaku kita adalah diri kita masing masing…… mari sejenak kita merenungi diri kita masing masing……………

 

 

Oleh: Putera Mahadewa.

 Gambar